Langsung ke konten

PIKARUBY

Jualan Aksesoris Bukan Sekadar Pasang Harga: Kenali Cara Menghitungnya

3 menit baca
Jualan Aksesoris Bukan Sekadar Pasang Harga: Kenali Cara Menghitungnya

Menentukan harga jual sering terlihat sederhana. Harga modal sekian, lalu tinggal ditambahkan keuntungan. Namun ketika mulai berjualan secara online, perhitungannya bisa menjadi lebih kompleks. Ada biaya marketplace, kemasan, promosi, diskon, hingga biaya operasional yang perlu diperhitungkan. Karena itu, harga jual yang terlihat menguntungkan belum tentu menghasilkan keuntungan yang sama setelah seluruh biaya diperhitungkan.


Mulai dari Harga Modal

Langkah pertama adalah mengetahui berapa biaya yang benar-benar kamu keluarkan untuk mendapatkan produk tersebut.


Misalnya kamu membeli satu produk dengan harga:

Harga modal: Rp10.000

Jika ingin mendapatkan keuntungan Rp5.000, secara sederhana harga jualnya adalah:

Rp10.000 + Rp5.000 = Rp15.000


Namun perhitungan tersebut baru merupakan keuntungan kotor.

Masih ada biaya lain yang mungkin muncul ketika produk dijual.


Jangan Lupa Hitung Biaya Lain

Dalam bisnis reseller, beberapa biaya yang perlu dipertimbangkan antara lain:


1. Harga Modal

Biaya yang kamu keluarkan untuk mendapatkan produk dari supplier.


2. Kemasan

Misalnya:

  1. plastik
  2. bubble wrap
  3. kardus
  4. sticker
  5. thank you card


3. Biaya Marketplace

Jika berjualan melalui marketplace, perhatikan biaya yang dikenakan pada transaksi sesuai program dan ketentuan platform yang kamu gunakan.


4. Biaya Promosi

Diskon, voucher, iklan, atau biaya pemasaran juga perlu diperhitungkan.


5. Biaya Operasional

Termasuk biaya yang berkaitan dengan kegiatan toko seperti penyimpanan, tenaga kerja, atau kebutuhan operasional lainnya. Dengan memasukkan biaya-biaya tersebut, kamu bisa mendapatkan gambaran keuntungan yang lebih realistis.


Markup dan Margin Itu Berbeda

Dua istilah ini sering dianggap sama, padahal cara menghitungnya berbeda.


Markup Markup menghitung keuntungan berdasarkan harga modal.

Misalnya:

Modal = Rp10.000

Harga jual = Rp15.000

Keuntungan:

Rp15.000 βˆ’ Rp10.000 = Rp5.000


Markup:

Rp5.000 Γ· Rp10.000 Γ— 100% = 50%

Jadi markup-nya adalah 50%.


Margin Margin menghitung keuntungan berdasarkan harga jual.

Dengan contoh yang sama:

Rp5.000 Γ· Rp15.000 Γ— 100% = 33,3%


Jadi margin-nya sekitar 33,3%.

Perbedaan ini penting ketika kamu menentukan target keuntungan.


Jangan Terjebak Harga Jual Kompetitor

Melihat harga kompetitor memang bisa membantu memahami kondisi pasar. Tetapi jangan langsung mengikuti harga mereka.

Kenapa? Karena setiap toko bisa memiliki:

  1. harga modal berbeda
  2. biaya operasional berbeda
  3. strategi promosi berbeda
  4. volume penjualan berbeda
  5. biaya marketplace berbeda


Harga Rp15.000 mungkin menguntungkan bagi satu toko, tetapi belum tentu memberikan hasil yang sama untuk toko lainnya. Gunakan harga kompetitor sebagai referensi pasar, bukan satu-satunya dasar menentukan harga.


Sesuaikan Harga dengan Target Pelanggan

Harga juga perlu disesuaikan dengan siapa yang ingin kamu layani. Untuk produk yang ditujukan kepada pembeli akhir, harga jual biasanya mempertimbangkan persepsi nilai dan harga pasar. Sedangkan jika kamu menjual kembali kepada reseller lain atau toko, struktur harga grosir perlu memberikan ruang bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan.


Karena itu, sebelum menetapkan harga, tentukan terlebih dahulu:

Siapa yang membeli produk ini?


Berikan Ruang untuk Promo

Ini sering terlupakan oleh reseller pemula.


Misalnya kamu menentukan harga:

Modal β†’ Rp10.000

Harga jual β†’ Rp15.000

Kemudian kamu memberikan diskon Rp2.000.

Harga yang diterima menjadi:

Rp13.000

Keuntungan sebelum biaya lain:

Rp13.000 βˆ’ Rp10.000 = Rp3.000


Artinya, promo yang terlihat kecil tetap dapat mengubah keuntungan secara signifikan. Karena itu, jika toko sering menggunakan promo, harga normal sebaiknya sudah memperhitungkan strategi promosi yang memang akan digunakan.


Gunakan Data Penjualan untuk Mengevaluasi Harga

Harga jual tidak harus selalu sama selamanya. Setelah produk mulai terjual, lihat datanya.


Perhatikan:

  1. jumlah produk terjual
  2. omzet
  3. keuntungan
  4. tingkat pembelian ulang
  5. performa setelah promo
  6. biaya iklan
  7. produk yang paling banyak diminati

Dari sini kamu bisa mengetahui apakah harga saat ini masih sesuai dengan kondisi bisnis.


Jangan Hanya Mengejar Harga Murah

Harga murah memang dapat menarik perhatian. Tetapi bisnis tidak hanya tentang menjual produk sebanyak mungkin.


Yang perlu dicari adalah keseimbangan antara:

Harga β†’ volume penjualan β†’ biaya β†’ keuntungan


Harga yang terlalu rendah dapat membuat omzet terlihat besar tetapi keuntungan terlalu kecil. Sebaliknya, harga yang terlalu tinggi dapat membuat produk lebih sulit bersaing. Karena itu, harga jual sebaiknya ditentukan berdasarkan perhitungan dan data, bukan sekadar mengikuti toko lain.


PIKARUBY untuk Kebutuhan Reseller

Sebagai supplier grosir, PIKARUBY menyediakan berbagai produk yang dapat dikembangkan oleh reseller, mulai dari aksesoris rambut, sisir, hair roller, cermin, nail care, beauty tools, hingga berbagai pernak-pernik lainnya. Dengan pilihan kategori yang beragam, reseller dapat melakukan testing produk, melihat respons pelanggan, kemudian mengembangkan stok berdasarkan produk yang paling sesuai dengan pasar mereka.


[Lihat Koleksi Produk Grosir PIKARUBY β†’]

Mau belanja aksesori rambut?

Lihat katalog PIKARUBY atau chat WhatsApp untuk rekomendasi produk.