Langsung ke konten

PIKARUBY

Satu Produk Tidak Harus Berakhir di Satu Pesanan: Ide Bundling untuk Toko Aksesoris Slug

4 menit baca
Satu Produk Tidak Harus Berakhir di Satu Pesanan: Ide Bundling untuk Toko Aksesoris Slug

Pelanggan datang ke toko untuk mencari satu produk. Tapi bukan berarti mereka hanya membutuhkan satu produk. Seseorang yang membeli hair roller mungkin juga membutuhkan sisir. Pembeli cermin portable mungkin sedang mencari beauty tools untuk dibawa dalam tas. Sementara pelanggan yang membeli nail clipper bisa saja membutuhkan perlengkapan nail care lainnya.


Di sinilah bundling bisa menjadi strategi yang menarik untuk diterapkan oleh reseller. Bundling berarti menggabungkan beberapa produk yang saling berhubungan menjadi satu paket penawaran.


Kenapa Produk yang Saling Berkaitan Bisa Dibundling?

Bundling akan lebih mudah diterima ketika produk di dalamnya memiliki hubungan yang jelas.


Misalnya:

Hair roller + sisir

Keduanya dapat digunakan dalam rutinitas menata rambut.


Atau:

Cermin + beauty tools

Keduanya dapat digunakan dalam beauty routine sehari-hari.


Jadi, jangan sekadar menggabungkan produk karena ingin menjual lebih banyak.

Tanyakan:

β€œApakah produk-produk ini memang berguna jika digunakan bersama?”


1. Hair Styling Bundle

Isi:

  1. Hair roller
  2. Sisir
  3. Jepit rambut

Cocok untuk pelanggan yang membutuhkan perlengkapan sederhana untuk menata rambut. Kamu bisa membuat paket dengan beberapa pilihan ukuran atau model sesuai stok yang tersedia.


2. Everyday Hair Aksesoris

Isi:

  1. Jepit rambut
  2. Bando
  3. Aksesoris rambut lainnya


Konsep ini cocok untuk pelanggan yang menggunakan aksesoris sebagai bagian dari penampilan sehari-hari. Kamu juga bisa membuat beberapa pilihan tema, misalnya:

β˜€οΈ Daily Set

Model sederhana untuk penggunaan sehari-hari.


😻 Cute Set

Model dengan warna atau bentuk yang lebih playful.


🀍 Korean Style Set

Produk dengan tampilan yang disesuaikan dengan gaya yang ingin ditawarkan.


3. Beauty On-the-Go

Bagi pelanggan yang sering bepergian, produk berukuran praktis bisa dikombinasikan menjadi satu paket.


Contoh:

  1. Cermin portable
  2. Sisir compact
  3. Aksesoris rambut
  4. Nail clipper

Paket seperti ini dapat diposisikan sebagai perlengkapan kecil yang mudah dimasukkan ke dalam tas.


4. Simple Nail Care Set

Untuk kategori nail care, kamu bisa menggabungkan beberapa alat berdasarkan fungsi.


Misalnya:

Nail clipper + nail file

Atau jika tersedia:

Nail clipper + nail file + nail buffer


Keuntungan dari konsep ini adalah pelanggan tidak perlu memilih setiap alat secara terpisah. Namun, pastikan setiap produk dalam paket memang memiliki fungsi yang saling melengkapi.


5. Beauty Routine Set

Kategori beauty tools juga bisa dibuat menjadi paket berdasarkan rutinitas.


Misalnya:

Cermin + beauty tools + nail care

Atau:

Cermin + sisir + aksesoris rambut


Konsepnya bukan sekadar menjual beberapa barang sekaligus, tetapi membuat tema penggunaan yang mudah dipahami pelanggan.


Jangan Membuat Bundling Terlalu Banyak

Bundling bukan berarti semakin banyak produk semakin bagus. Jika satu paket berisi terlalu banyak produk, pelanggan justru bisa kesulitan memahami apa yang sebenarnya mereka butuhkan.


Untuk memulai, kamu bisa mencoba:

2–3 produk dalam satu bundle.


Kemudian lihat respons pelanggan.Jika kombinasi tersebut sering dibeli, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuat variasi lainnya.


Buat Nama Paket yang Mudah Dipahami

Nama bundling juga dapat membantu pelanggan memahami isi paket.


Daripada:

Bundle A-01

lebih informatif jika menggunakan nama seperti:

Hair Styling Set

atau:

Travel Beauty Set

atau:

Daily Hair Aksesoris


Nama yang sederhana membuat fungsi paket lebih mudah dipahami sejak pertama kali dilihat.


Jangan Lupa Hitung Harganya

Sebelum menentukan harga bundle, hitung terlebih dahulu total harga produk di dalamnya.


Misalnya:

Produk A: Rp10.000

Produk B: Rp8.000

Produk C: Rp7.000

Total modal produk:

Rp25.000


Setelah itu, perhitungkan:

  1. target keuntungan
  2. biaya kemasan
  3. biaya marketplace
  4. diskon
  5. biaya promosi
  6. biaya operasional


Baru tentukan harga bundle. Jadi, jangan memberikan diskon terlalu besar hanya agar bundling terlihat murah.


Uji Bundling Sebelum Membuat Banyak Paket

Tidak semua kombinasi akan berhasil. Karena itu, lebih baik mulai dengan beberapa kombinasi terlebih dahulu.


Misalnya:

Bundle A β€” Hair Styling

Sisir + Hair Roller + Jepit

Bundle B β€” Beauty On-the-Go

Cermin + Sisir + Nail Clipper

Bundle C β€” Nail Care

Nail Clipper + Nail File


Kemudian lihat:

  1. mana yang paling banyak dilihat
  2. mana yang paling banyak dibeli
  3. mana yang sering dibeli bersamaan
  4. berapa nilai rata-rata pesanannya
  5. apakah pelanggan memberikan feedback tertentu

Dari sana, kamu bisa mengembangkan bundle berdasarkan data penjualan.


Bundling Bukan Hanya untuk Menambah Produk

Tujuan utama bundling bukan sekadar membuat pelanggan membeli lebih banyak barang. Bundling yang baik justru memudahkan pelanggan menemukan beberapa produk yang memang mereka butuhkan dalam satu pilihan.


Jika produknya relevan, harga masuk akal, dan paketnya mudah dipahami, bundling bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan penawaran toko.


Bangun Koleksi Produk yang Saling Melengkapi

Sebagai reseller, kamu tidak harus melihat setiap produk sebagai barang yang berdiri sendiri.


Coba lihat hubungan antarproduk.

Sisir β†’ Hair Roller β†’ Jepit

Cermin β†’ Beauty Tools β†’ Nail Care

Bando β†’ Jepit β†’ Aksesoris Rambut

Dari hubungan tersebut, kamu bisa menemukan banyak kemungkinan kombinasi produk untuk toko.


Cari Produk Grosir untuk Kebutuhan Toko & Reseller

PIKARUBY menyediakan berbagai kategori produk seperti jepit rambut, bando, sisir, hair roller, cermin, nail care, beauty tools, dan berbagai pernak-pernik lainnya yang dapat dipilih untuk kebutuhan toko maupun reseller.


[Lihat Koleksi Produk Grosir PIKARUBY β†’]

Mau belanja aksesori rambut?

Lihat katalog PIKARUBY atau chat WhatsApp untuk rekomendasi produk.