Memulai bisnis sebagai reseller tidak selalu harus dimulai dengan stok yang banyak. Salah satu hal yang lebih penting adalah memilih produk grosir yang sesuai dengan target pelanggan dan kemampuan modal.
Untuk reseller pemula, terlalu banyak pilihan produk justru bisa membuat stok sulit dikontrol. Karena itu, sebelum melakukan pembelian pertama, ada beberapa hal yang sebaiknya dipertimbangkan.
1. Tentukan Siapa Target Pelangganmu
Sebelum memilih produk, tentukan terlebih dahulu siapa yang ingin kamu jual.
Misalnya:
- Anak-anak dan remaja
- Wanita dewasa
- Pengguna aksesori sehari-hari
- Pelanggan yang menyukai produk beauty
- Pembeli online
- Pelanggan toko fisik
Target pelanggan akan membantu menentukan jenis produk yang lebih relevan untuk ditawarkan.
Misalnya, jika targetmu adalah pelanggan yang mencari aksesori untuk penggunaan sehari-hari, kamu bisa mempertimbangkan produk seperti jepit rambut, sisir, bando, atau hair roller.
2. Pilih Produk yang Mudah Dipahami Fungsinya
Untuk memulai sebagai reseller, produk dengan fungsi yang sederhana bisa menjadi pilihan yang praktis.
Contohnya:
- Sisir Digunakan untuk merapikan dan menata rambut
- Hair roller Digunakan untuk membantu memberikan bentuk dan volume pada rambut.
- Cermin Digunakan untuk kebutuhan makeup, grooming, atau dibawa saat bepergian
- Nail care Digunakan untuk kebutuhan perawatan kuku sehari-hari.
- Jepit dan aksesori rambut Digunakan untuk merapikan sekaligus melengkapi gaya rambut.
Produk dengan fungsi yang mudah dipahami juga lebih mudah dijelaskan ketika dipasarkan melalui marketplace maupun media sosial.
3. Jangan Langsung Membeli Terlalu Banyak SKU
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan saat mulai berjualan adalah membeli terlalu banyak jenis produk sekaligus. Padahal, belum tentu semua produk tersebut akan memiliki permintaan yang sama.
Sebagai reseller pemula, kamu bisa memulai dengan beberapa kategori dan SKU terlebih dahulu.
Contohnya:
Jepit rambut โ beberapa model
Sisir โ beberapa model
Hair roller โ beberapa ukuran
Nail care โ beberapa jenis
Setelah penjualan mulai berjalan, kamu bisa melihat produk mana yang paling banyak diminati dan menjadikannya prioritas untuk restock.
4. Perhatikan Harga Modal dan Potensi Harga Jual
Harga grosir bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.
Sebelum membeli, hitung juga kemungkinan harga jual dan keuntungan yang bisa diperoleh.
Secara sederhana:
Harga Jual โ Harga Modal = Keuntungan Kotor
Namun dalam penjualan online, jangan lupa memperhitungkan biaya lain seperti:
- biaya marketplace
- diskon
- biaya promosi
- kemasan
- biaya operasional
- biaya pengiriman jika ditanggung sendiri
Dengan begitu, kamu bisa menentukan harga jual berdasarkan perhitungan yang lebih realistis.
5. Pilih Produk yang Bisa Dikombinasikan
Produk yang bisa dijual bersama dengan produk lain dapat memberikan lebih banyak peluang untuk membuat bundling.
Misalnya:
๐ชฎ Hair Care Set
Sisir + hair roller + jepit rambut
๐ Beauty Set
Cermin + nail care + beauty tools
๐ Hair Accessories Set
Jepit + bando + aksesori rambut lainnya
Bundling juga dapat membantu toko menawarkan lebih banyak produk dalam satu pesanan.
6. Sesuaikan Jumlah Stok dengan Modal
Tidak ada jumlah stok yang sama untuk semua reseller.
Jumlah pembelian sebaiknya disesuaikan dengan:
Modal โ harga produk โ jumlah SKU โ target penjualan โ kemampuan penyimpanan
Jika modal masih terbatas, lebih baik memiliki beberapa produk yang dipilih dengan baik daripada membeli terlalu banyak produk tetapi modal habis di stok yang belum tentu bergerak.
Setelah mengetahui produk yang paling banyak diminati pelanggan, stok produk tersebut dapat ditambah secara bertahap.
7. Cari Supplier dengan Pilihan Produk yang Lengkap
Memilih supplier yang memiliki banyak kategori produk juga dapat memudahkan reseller ketika ingin mengembangkan toko.
Misalnya, satu supplier menyediakan:
- Jepit rambut
- Claw clip
- Bando
- Sisir
- Hair roller
- Cermin
- Nail care
- Beauty tools
- Berbagai pernak-pernik lainnya
Dengan pilihan yang lebih lengkap, reseller dapat melakukan testing berbagai kategori produk tanpa harus mencari supplier yang berbeda untuk setiap kebutuhan.
8. Evaluasi Produk Setelah Mulai Berjualan
Setelah produk mulai dijual, jangan hanya melihat omzet.
Perhatikan juga:
- Produk mana yang paling sering dibeli
- Produk mana yang cepat habis
- Produk mana yang jarang dilihat
- Produk mana yang sering dibeli bersamaan
- Produk mana yang menghasilkan keuntungan paling baik
Dari data tersebut, kamu bisa menentukan produk mana yang perlu direstock, dipromosikan, dibuat bundling, atau dikurangi stoknya. Dengan cara ini, keputusan pembelian berikutnya tidak hanya berdasarkan perkiraan.
Mulai dari Sedikit, Kembangkan Secara Bertahap
Menjadi reseller tidak harus langsung memiliki ratusan produk. Yang lebih penting adalah memahami siapa pelangganmu, produk apa yang mereka cari, dan produk mana yang benar-benar bergerak.
Mulailah dari beberapa produk yang sesuai dengan target pasar, kemudian kembangkan pilihan produk berdasarkan hasil penjualan.
Butuh produk grosir untuk toko atau reseller?
PIKARUBY menyediakan berbagai pilihan aksesori rambut, sisir, hair roller, cermin, nail care, beauty tools, dan berbagai pernak-pernik lainnya untuk kebutuhan toko dan reseller.